0 item(s) - Rp 0
  • Laila dan Laki-Laki Penghitung Gerimis

Aku pikir lelaki itu telah hilang dengan bergulirnya gerimis. Ternyata sosok itu masih bertahan hingga gerimis semakin kerap. Dia tidak menunjukkan tanda-tanda akan pergi. Rambut gondrong yang semula berkibar-kibar diterpa angin senja itu kulihat menjadi lengket dan basah. Jaket hijau tuanya menjadi bersemu abu-abu. Dia tidak merubah posisi duduknya. Saat itulah, wajahnya menjadi sesuatu yang sangat penting bagiku melebihi apa pun di dunia ini.

 

Gerimis menjelma hujan. Air yang jatuh tak lagi berirama lembut, tapi bertalu-talu. Suaranya mampu memacu detak jantungku semakin cepat. Aku segera menyambar sweter yang kusandarkan di kursi, membayar minum, lantas menerjang hujan, menembus basah, menuju taman. Aku ingin melihat wajah lelaki itu. Wajah yang mampu menantang gemuruh badai dengan diam.

 

 

 

Write a review

Please login or register to review

Laila dan Laki-Laki Penghitung Gerimis

  • Penerbit : Ultimus
  • Cetakan : 1, Apr 2015
  • Pengarang: Wida Waridah
  • Halaman : xvi + 108
  • Dimensi : 14.5 X 21.0 cm
  • ISBN : 978-602-8331-59-3
  • Availability: Habis
  • Rp 35,000


Related Products

Istri Tanpa Clurit

Istri Tanpa Clurit

Bode Riswandi, lahir di Tasikmalaya, 6 November 19..

Rp 30,000

Terusir

Terusir

Kumpulan cerpen yang ditulis oleh Rahmat Jabaril i..

Rp 20,000

Perempuan Berkepang Kenangan

Perempuan Berkepang Kenangan

“Tamasya imajiner sekaligus pilu dan penuh renunga..

Rp 55,000

Tandus

Tandus

  Kumpulan sajak dan cerita pendek pertama S. Ruk..

Rp 55,000

Nyanyi Sunyi Kembang-Kembang Genjer

Nyanyi Sunyi Kembang-Kembang Genjer

“Penderitaan dan kesusahan yang ditimpakan kepada ..

Rp 35,000

Tags: cerita pendek, perempuan, Wida Waridah