0 item(s) - Rp 0
  • Mati Baik-Baik, Kawan

Pernah suatu ketika, hampir setengah abad yang lalu, bangsa ini, di depan mata dunia yang telanjang, menyaksikan kekejian yang tiada duanya, sehingga untuk mati dengan iringan selenting doa, merupakan satu kemustahilan. Ratusan ribu orang digiring dengan kasar dan hardikan, ditutup matanya, atau dibiarkan begitu saja, lalu ditembak atau dipenggal dengan parang atau kelewang, dan tubuh-tubuh itu terjungkir atau dijungkirkan ke dalam aliran sungai, ke lubang yang mereka gali sendiri, atau luweng, yang ditemukan dengan sengaja atau tidak oleh si jagal. Ratusan ribu lagi, yang bernasib sedikit lebih baik, dicampakkan ke dalam kamp militer dan bui dan dibiarkan menunggu dengan cemas tanpa batas, apakah mereka juga akan menemukan kematian dengan jalan darah seperti kawan-kawan yang telah mendahului.  

 

Harus dicatat, pada penggalan sejarah dalam perjalanan bangsa ini untuk mati dengan baik-baik, diiringi doa dari istri atau suami, ayah atau ibu, cucu atau kakek dan nenek serta handai tolan saja merupakan kehendak paling sederhana yang musykil untuk dipenuhi. Martin Aleida mengangkat dan menyajikan sejarah yang hitam itu sebagai latar dari sejumlah cerita pendeknya yang dihimpun dalam buku Mati Baik-Baik, Kawan.

 

Untuk pertama kali buku tersebut diterbitkan penerbit Akar di Yogyakarta tahun 2009. Kini, Ultimus dengan syahdu memutuskan untuk menerbitkan ulang sebagai pengingat bahwa pada suatu waktu, nyaris setengah abad lalu, senjata dan hati yang buta pernah melebihi dan mempermalukan kuasa Tuhan, manakala sebaris doa yang pendek saja untuk mengiringi kematian adalah sebuah cita-cita yang harus digapai di daratan yang jauh. Sejumlah cerita pendek dan beberapa kajian mengenai karya penulis memperkaya edisi kedua Mati Baik-Baik, Kawan ini.

 

 

 

Write a review

Please login or register to review

Mati Baik-Baik, Kawan

  • Penerbit : Ultimus
  • Cetakan : 1, Jan 2014
  • Pengarang: Martin Aleida
  • Halaman : 212
  • Dimensi : 14.5 X 20.5 cm
  • ISBN : 978-602-8331-32-6
  • Availability: Habis
  • Rp 40,000


Related Products

Banten Seabad Setelah Multatuli

Banten Seabad Setelah Multatuli

Penulis buku ini termasuk seorang tapol yang mujur..

Rp 50,000

Keluarga Abangan

Keluarga Abangan

Buku ini adalah bagian cerita dari jutaan orang di..

Rp 40,000

Wounded Longing

Wounded Longing

Must violence leave those it touches silenced? Or ..

Rp 25,000

Riau Berdarah

Riau Berdarah

(Kisah Perjalanan Hidupku).   Editor: Soemargo ..

Rp 45,000

Bulembangbu

Bulembangbu

Kisah Pahit Seorang Tahanan G.30.S   ..

Rp 45,000

Potret Diri dan Keluarga

Potret Diri dan Keluarga

Kumpulan ini saya namai Potret Diri dan Keluarga. ..

Rp 45,000

Pembuangan Pulau Buru

Pembuangan Pulau Buru

  DJOKO SRI MOELJONO lahir 5 Mei 1938 di Banyuwan..

Rp 75,000

Dendam Sejarah

Dendam Sejarah

Yang disajikan di dalam buku ini merupakan buah ha..

Rp 150,000

Derita Sepahit Empedu

Derita Sepahit Empedu

Bagiku yang hidup di Ranah Minang ini, di samping ..

Rp 55,000

Tags: cerita pendek, genosida, Martin Aleida